Pemberdayaan Masyarakat Desa dengan Budidaya Maggot untuk menuju Zero-Waste – PkM Dosen Informatika UMRAH di Teluk Bakau

0
279

Dosen Fakultas Teknik yg diketuai oleh Eka Suswaini ST.,MT dan beranggotakan Alena Uperiati ST.,M.Cs, Ferdi Chahyadi, S.Kom.,M.Cs., Dwi Amalia Purnama Sari ST.,M.Sc dan Nurfalinda ST., MT. menjalankan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Teluk Bakau Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

Eka Suswaini ST.,MT menjelaskan bahwa Program yang diusung adalah sejalan dengan program pemerintah dalam pembentukan Posyantek desa dan pemberdayaan posyantek agar bermanfaat untuk masyarakat.

“Dengan Bimbingan teknik kepada kader posyantek diharapkan posyantek menjadi salah satu mitra pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat untuk menjalankan program-program teknologi tepat guna bagi masyarakat yang bernilai Ekonomis,” ujarnya.

Eka Suswaini dan Tim

Bersama Kepala Desa Teluk Bakau, Bapak Ramlan; Sekretaris Desa, Bapak M. Tayib; Ketua Posyantek, Bapak Rahmat dan bagian produksi magot, Bapak Irfan beserta dari perwakilan Dinas PMD Kabupaten Bintan yaitu Bapak Budiarjo dan Syamsu Hilal siap menyukseskan program “Desa Teluk Bakau menuju Zero Waste dengan Budidaya Maggot“

Dalam program pengabdian kepada masyarakat ini, Eka Suswaini berharap semoga program ini berkelanjutan sesuai dengan rencana program kerja yang sudah didiskusikan bersama dengan pihak-pihak terkait. Dengan Maggot sebagai produk unggulan posyantek yang bisa membantu peternak ayam, ikan dan pertanian, dll daalm memperoleh pakan ternak organik maupun pupuk organik.

Menurut Eka masyarakat luas belum mengetahui apa itu Maggot, disini peran kita untuk menyebarluaskan informasi bahwa Desa Teluk Bakau khususnya melalui posyantek sudah memproduksi maggot dengan produksi per hari 60 kg dengan harga yang sangat terjangkau.

“Maggot sendiri adalah ulat yang dihasilkan dari proses alami sampah organik dari limbah sampah rumah tangga seperti makanan dan sayuran,” ujarnya.

Pemberdayaan masyarakat desa melalui Posyantek

Diharapkan dengam program produksi maggot Desa Teluk Bakau menjadi desa yang zero waste dan menjadikan desa unggulan dalam pengolahan dan pemanfaatan sampah-sampah organik menjadi produk organik yang bermanfaat untuk masyarakat luas.

“Masyarakat luas tidak perlu lagi susah payah mengimpor bahan pakan ternak dr luar dengan harga yang mahal, tetapi dari Desa Teluk Bakau sudah ada,” ujarnya.

Selanjutnya, Eka menambahkan rencana selanjutnya pihaknya akan buat kelompok-kelompok bisnis di Teluk Bakau seperti kelompok peternak ikan, peternak ayam.

“Jadi konsepnya adalah dari masyarakat untuk masyarakat oleh masyarakat dan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Magot diproduksi oleh posyantek dan dipasarkan untuk membantu peternak-peternak dengan mendapatkan pakan ternak yang mudah dan murah tetapi berkualitas dan organik.

“Manfaat maggot ini sangat luar biasa karena bisa membuat hasil ternak lebih cepat besar dan kualitasnya yang bagus,” ujarnya

(Eka Suswaini ST.,MT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here